Bedug Pendowo merupakan salah satu saksi sejarah
kemajuan perkembangan agama Islam di kota kecil Jawa Tengah yang lebih tepatnya
di daerah pesisir laut selatan perbatasan dengan Magelang dan Yogyakarta,
Purworejo.
Dahulunya dikenal dengan Tanah Bagelen yang pada saat
ini merupakan daerah yang sangat disegani oleh daerah-daerah lain.
Dalam sejarah saat itu ada salah satu tokoh Islam yaitu
Sunan Geseng muballigh besar yang menyebarkan agama islam wilayah Purworejo dan sekitarnya bahkan
pengaruhnya hingga ke Yogyakarta dan Magelang.
Bedug terbesar di dunia berada di dalam Masjid Darul
Muttaqien, Purworejo.
Bedug ini merupakan karya besar umat Islam yang pembuatannya diperintahkan oleh Adipati Tjokronagoro I, Bupati Purworejo pertama. dibuat pada tahun 1762 Jawa atau 1834 M. Dan diberi nama Kyai Begelan.
Bedug ini merupakan karya besar umat Islam yang pembuatannya diperintahkan oleh Adipati Tjokronagoro I, Bupati Purworejo pertama. dibuat pada tahun 1762 Jawa atau 1834 M. Dan diberi nama Kyai Begelan.
Ukuran atau spesifikasi bedug ini adalah :
.
Bagian yang ditabuh dari bedug ini dibuat dari kulit
banteng.
Bedug raksasa ini dirancang sebagai “sarana komunikasi” untuk
mengundang jamaah hingga terdengar sejauh-jauhnya lewat tabuhan bedug sebagai
tanda waktu salat menjelang adzan dikumandangkan.
Namun untuk saat ini bedug ini
hanya di tabuh saat perayaan hari besar agama islam seperti Idul Fitri, Idul
Adha dan pada hari jum'at.
Sedangkan untuk hari biasa yang di gunakan adalah bedug
yang ukurannya lebih kecil



jual bedug
BalasHapusjual bedug masjid
pengrajin bedug
harga bedug
harga bedug masjid